Pengumuman daftar 30 nominator Ballon d’Or 2026 memicu perdebatan sengit di dunia sepak bola. Paris Saint-Germain mendominasi daftar tersebut dengan mengirimkan sepuluh pemainnya. Namun, absennya Désiré Doué dan Bradley Barcola justru menuai tanda tanya besar dari para pengamat dan pendukung.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kedua pemain muda tersebut memegang peranan krusial musim lalu. Mereka sukses membawa Paris Saint-Germain menjuarai Ligue 1 dan Liga Champions, serta mengantar tim nasional Prancis hingga babak semifinal Piala Dunia. Kendati demikian, pencapaian tersebut belum cukup untuk mengamankan tempat mereka di daftar prestisius itu.
Sejumlah media Prancis seperti RMC Sport dan So Foot menyoroti keputusan ini sebagai hal yang kontroversial. Menurut Ouest-France, faktor statistik dan kurangnya ketajaman di fase gugur Liga Champions menjadi sandungan utama bagi kedua pemain. Doué tercatat mandul setelah perempat final, sementara Barcola tidak mencetak gol lagi usai babak 16 besar.
Redaktur pelaksana France Football, Vincent Garcia, memberikan penjelasan tambahan melalui L’Equipe. Status mereka yang sering bergantian tampil, baik di klub maupun tim nasional, serta inkonsistensi performa sepanjang musim membuat catatan individu mereka kurang meyakinkan di mata para juri.
Dalam acara televisi L’Equipe de Greg, jurnalis Olivier Bossard merinci proses seleksi tersebut. "Barcola meraih sangat sedikit suara, sedangkan Désiré Doué berada di posisi yang hampir berimbang atau lima puluh-lima puluh," ujar Bossard.
Bossard menambahkan bahwa persaingan internal di antara keduanya turut merugikan peluang mereka. "Désiré Doué berada di peringkat ke-31 atau ke-32, tepat di luar batas aman. Persaingan di antara mereka membuat para juri menilai kedua pemain kurang konsisten dibanding musim sebelumnya," pungkasnya.