Pertandingan tersebut bukanlah festival gol yang memukau seperti di babak 16 besar atau fase grup. Pada hari Sabtu di Philadelphie, lini serang Prancis kesulitan menembus pertahanan kokoh Paraguay. Namun, Les Bleus memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Masuknya Désiré Doué menggantikan Bradley Barcola pada menit ke-61 memberikan energi baru bagi tim.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pemain asal Paris Saint-Germain tersebut langsung memberikan dampak instan. Pada sentuhan kedelapannya, ia menusuk ke dalam kotak penalti dan dilanggar hingga membuahkan penalti setelah peninjauan VAR. Keputusan ini menjadi titik balik yang melegakan bagi kubu Prancis.
Selain bakat, Désiré Doué juga menunjukkan keberanian yang tinggi di lapangan. Tiga menit sebelum insiden penalti, ia dilanggar keras oleh pemain lawan di jarak dua puluh meter dari gawang. Wasit asal Uzbekistan yang memimpin laga tampak sangat permisif atau abai. Namun, Désiré Doué tetap bangkit dan kembali menyerang dengan penuh determinasi.
Berdasarkan pernyataan Désiré Doué sebelum laga, ia menegaskan kesiapannya untuk tim. "Setiap orang tahu apa yang harus dilakukan dan saya bersiap untuk tampil 100 persen. Kami berada di dalam sebuah tim, ini Piala Dunia, sebuah kompetisi yang berbeda. Semua pemain penting. Jika Bradley Barcola harus bermain, dia siap. Jika saya yang bermain, saya juga siap. Tidak ada persaingan negatif di antara kami, kami selalu bersama," ujar Désiré Doué.
Désiré Doué membuktikan kata-katanya lewat aksi nyata. Penalti yang ia menangkan tidak masuk dalam statistik assist, tetapi menjadi jalan bagi gol Kylian Mbappé. Sang kapten sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-70 dan kini telah mengoleksi 7 gol di turnamen ini.
Kylian Mbappé sendiri tidak berada dalam performa terbaiknya karena terus mendapat provokasi dan benturan fisik dari para pemain Paraguay. Meski demikian, ia tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Désiré Doué bahkan hampir mencetak assist kedua untuk Kylian Mbappé pada masa injury time, namun tembakan sang kapten berhasil digagalkan beruntun oleh kiper lawan.
Mantan pemain Rennes ini membuktikan dirinya mampu bangkit setelah tampil kurang menonjol pada fase grup dan laga melawan Swedia. Persaingan sehat dengan Bradley Barcola terbukti mendongkrak performa kedua pemain. Bradley Barcola sebelumnya juga tampil impresif saat masuk sebagai pengganti melawan Senegal dan Norvège.
Tantangan berikutnya bagi timnas Prancis adalah memastikan para pemain sayap ini tampil sama apiknya saat turun sebagai starter. Pada laga melawan Paraguay, Bradley Barcola kurang memberikan dampak besar. Hal serupa juga terlihat pada penampilan Ousmane Dembélé dan Michael Olise yang tampil kurang inspiratif di Philadelphie.
Performa apik Désiré Doué kini memicu spekulasi baru mengenai pilihan utama di sektor kiri penyerangan Prancis. Apakah ia akan menggeser posisi Bradley Barcola dalam starting line-up? Waktu lima hari menjelang laga perempat final melawan Maroko akan menjadi momen krusial bagi pelatih Didier Deschamps untuk meramu strategi terbaiknya.